Tips dan Trik Menggambar Portrait di Procreate untuk Pemula

Procreate merupakan sebuah program menggambar digital yang hanya dapat digunakan di iPad dan iPhone. Kalau kamu udah punya iPad dan punya bakat seniman dalam dirimu, Procrete harus harus kamu coba. Kalau ingin pengalaman  gambar yang lebih menyenangkan, apple pencil adalah salah satu tool yang harus banget punya. Harganya cukup mahal, tapi benar-benar worth it. Kamu bisa gambar layaknya gimana kamu menggambar diatas kertas atau kanvas. Kamu bisa atur pressure pensil kamu, bisa atur sendiri shading- nya dan lain-lain. Yang pasti terasa seperti menggambar dengan pensil asli.
Procreate ini lagi digemari banget dan banyak digunakan di kalangan designer dan seniman digital saat ini. Alasannya karena procreate menampilkan interface yang sangat simple dan elegan buat penggunanya, sangat user friendly terutama buat designer atau seniman baru yang ingin terjun ke seni digital. Ndak ribet hehe. Kelebihan lainnya kamu juga bisa buat atau costum kuas/brush kamu sendiri. Asik kan? Meskipun interface-nya simple, fitur-fiturnya gak kalah oke dengan program menggambar lain. Tapi kali ini kita gak akan bahas kesitu. Sesuai judulnya aku akan bahas Tips dan Trik Menggambar Portrait di Procreate untuk Pemula.
Sesuai passion ku, postingan kali ini juga hanya akan membahas seputar portrait. So lets get into it.

1. Sketsa
Salah satu kesulitan yang paling sering kualami secara pribadi ketika memulai sebuah karya, biasanya akan membuat sketsa terlebih dahulu. Sketsa ini bener bener bikin dag-dig-dug, soalnya kalo bentuk wajahnya gak proporsional, berantakan lah sudah. Sebenarnya bisa diakali dengan tracing atau menjiplak dari foto langsung, tapi berhubung aku lebih suka challenge jadinya tracing bukan gayaku hehe…
Trik lainnya kamu bisa gunakan grid yang disediakan oleh procreate. Menurutku grid ini benar-benar membantu. Kamu bahkan bisa atur sendiri ukuran grid yang kamu mau, opacity dan thicknes/ketebalan garis grid mu. Cara untuk membuat grid juga sangat mudah. Kamu tinggal klik tanda kunci di pojok kiri atas, pilih kanvas, dan nyalakan tombol grid. Setalah itu kamu bisa sesuaikan sendiri gridmu dengan cara pilih edit grid.

Sketsa

2. Render
Salah satu fitur andalan Procreate adalah fill. Dengan fitur fill kamu bisa langsung mengisi warna hanya dengan cara membuat outline yang mengikuti sketsa terlebih dahulu, dengan catatan outline nya harus menutup semua sisi. Kemudian  kamu tinggal tarik warna dari bar warna ke dalam outline yg kamu buat tadi. Tada, outline mu sekarang uda terisi penuh dengan sempurna. Buat para illustrator, trik ini sangat membantu mempersingkat waktu. Dan ketika menggunakan fitur ini, gatau kenapa kayak berasa profesional gitu kesannya hihi..
Fitur fill ini biasa aku gunakan sebagai warna dasar. Selanjutnya adalah contour. Sebelum mulai aku selalu atur layerku menjadi alpha lock. Tujuannya agar saat render warnanya gak berantakan keluar dari garis sketsa. Untuk membuat contour aku gunakan kuas yang ku costum sendiri. Di proses ini kamu gak perlu takut  gambarmu keliatan berantakan, karena memang begitulah prosesnya, disini juga kamu akan belajar memilih warna yang tepat. Semakin sering kamu render, semakin baik pengetahuan mu mengenai value dari setiap warna yang kamu pilih. Kalau kamu belum yakin dengan kemampuan pemilihan warna mu, kamu bisa gunakan fitur eye dropper yang juga disediakan Procreate sebagai solusi untuk kesulitanmu hihihi… Kebanyakan seniman digital menyebut teknik ini adalah cheating, tapi menurutku yang namanya belajar yah memang harus dimulai dari yang simple, so there’s no cheating in art.
Setelah selesai dengan contour yang masih kelihatan berantakan tadi, kemudian blend dengan menggunakan smudge tool. Rapi deh.. Sekarang udah mulai keliatan gambar kita akan seperti apa.

Render – before & after blending

3. Detail
Setelah selesai render saatnya masuk ke detail. Di proses ini aku selalu ubah layer sketsa ku menjadi linear burn, soft light, multiply atau yang lainnya tergantung warna yang kugunakan saat membuat sketsa. Fungsinya supaya warna sketsa mengikuti warna layer dibawahnya, jadi kelihatan lebih natural. Dan jangan lupa juga untuk mengubah opacity nya.
Di bagian detail aku biasanya mulai dari bagian mata, terus hidung dan mulut. Dalam proses detail ini aku juga sediakan layer yg baru dan diatur menjadi clipping mask ke warna dasar kulitnya tadi.
Bagian mata adalan salah satu part yang paling penting untuk membuat gambar kita menjadi keliatan lebih hidup, makanya aku selalu mulai dari mata dan alis. Gambar alis itu part paling fun menurutku, padahal seumur” aku gapernah gambar alis sendiri tapi gambar alis diatas medium kertas atau digital udah makanan sehari-hari hehe.
Kemudian gambar bagian lainnya seperti rambut, pakaian atau variasi-variasi lainnya. Bagian rambut gak terlalu ada kesulitan sih, karena aku juga uda costum sendiri kuas untuk rambut, dan udah disediakan juga sama procreate nya, jadi di bagian ini gak terlalu ada masalah.

Detail

4. Highlight
Highlight ini adalah kunci dari seluruh teknik yang kugunakan. Kalian bisa liat sendiri perbedaan gambar sebelum dan sesudah dipoles highlight, beda banget kan? Highlight biasa aku lakukan belakangan dan juga saat proses menggambar detail. Tujuannya sama saja, supaya gambarnya keliatan hidup. Untuk highlight, supaya hasilnya lebih maksimal, aku sediakan layer berbeda dan set layernya menjadi add. Jadi saat menambah highlight kita gak perlu memberi tekanan berlebihan di pensil kita, gentle aja dan hasilnya udah keliatan maksimal.

After Highlight

Tips terakhir adalah banyak” latihan, practice makes perfect, itu benar banget, gaada yang instan. Be yourself dan temukan teknik gambarmu sendiri yang membuat kamu nyaman. Akhir kata, ini hanya sebagian dari pengalamanku yang mudah mudahan bermanfaat dan bisa menginspirasi kalian semua hehehe… Dan yg terpenting dalam menghasilkan sebuah karya adalah have fun!!!
Salam kreatif…

7 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s